Jumat, 21 Mei 2010

kemana larinya idealisme?

ditemani segelas kopi diujung tangan..memikirkan tentang betapa menyedihkan nya menjadi manusia..memikirkan bagaimana rasanya memiliki pikiran dan imajinasi yang indah tentang masa depan yang terbentang..sementara hari dipenuhi dengan sampah..berusaha lebih dari robot tapi dihajar mereka yang merasa mereka lebih manusia..dihajar oleh persepsi mengenai kita..oleh mereka yang salah..dihajar oleh tubian makian dari hati dan pikiran manusia lain yang hanya berpikir dari 1 mata saja..menerima sampah dan perintah dari manusia yang sama sekali tidak menghormati keinginan manusia lain..menerima sampah dari kelompok manusia yang sok excellent dan menganggap diri mereka sempurna dedikasi dan bersih dari sampah dan keluhan..dari manusia yang hidupnya terlalu sempurna sampai dengan hati dan dengan p0losnya bisa menasihati manusia lain meski hidupnya tidak sebagus nasihatnya..merasa paling menentang ditengah manusia manusia yang hanya bisa menuruti saja..katanya saya yang kurang bertindak, saya yang kurang berubah, saya yang kurang memahami, saya yang terlalu emosi..lucu kalau itu dikatakan oleh orang yang sama sekali tidak mengerti apa dan bagaimana yang kita rasakan..konyol saat manusia masih bisa mengabdi pada sesuatu yang merusak hidup dan kebahagiaan mereka..konyol saat kita harus memakai suatu topeng agar diterima masyarakat padahal sifat asli kita jauh dari itu..kemana larinya kejujuran dalam segala hal?dalam bercerita?dalam berteman?dalam bermasyarakat?merasa tertekan hanya karena menurut masyarakat kita harus menjadi seseorang yang mereka harapkan sementara tidak ada satu pun dari mereka yang juga memenuhi pengharapan ini..buat apa hak asasi manusia apabila manusia pada akhirnya tidak punya hak asasi sama sekali karena apapun itu haknya ditentukan bukan oleh manusia itu sendiri tapi organisasi dia berada?kenapa harus tunduk pada feodalisme dan kapitalisme saat itu hanya akan mengurangi kemanusiaan seseorang...oh tapi menurut semuanya, saya yang salah karena mambuat ini,,saya yang salah karena mengeluh..saya yang salah karena tidak mengikuti perintah dan budaya..saya yang salah karena mempertahankan idealisme saya yang kata orang itu terlalu naif..pesan tidak terlalu naif ini yang selalu saya dengar dimana-mana..saking konyol dan bertopengnya hidup di tengah manusia saat ini...pesan tentang menjadi diri sendiri itu ga akan dan tidak akan pernah berlaku didunia yang sakit ini..menjadi pintar setengah mati hanya untuk ditolak melacur oleh manusia yang punya kuasa..menjadi pintar setengah mati hanya untuk menjadi budak hidup di zaman yang katanya merdeka..idealisme sekarang berbeda tipis dengan anarkisme karena banyak yang merasakan kepahitan tapi tidak ada yang mendengar..idealisme saat ini hanya berada di laci paling ujung dari pikiran para ahli negara dan dunia..idealisme hubungan hanyalah pada saat pasangan mau memahami dan mengerti..tapi hanya mau mengerti yang mereka mau mengerti tanpa sesungguhnya berusaha memahami..apakah landasan dari semuanya?
hanyalah kesemuan yang konyol dan sakit..
kemana larinya idealisme manusia kini?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar